Halo sahabat selamat datang di website seputarpengertian.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Pandemi Terbesar Yang Dialami Manusia Sepanjang Sejarah oleh - seputarpengertian.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Ketika peradaban manusia berkembang, penyakit menular juga akan berkembang. Sejumlah besar orang yang hidup berdekatan satu sama lain dan dengan hewan, seringkali dengan sanitasi dan nutrisi yang buruk, akan menyediakan tempat subur bagi penyakit. Rute perdagangan luar negeri atau perpindahan manusia antar negara akan menyebarkan infeksi baru ke mana-mana, menciptakan pandemi global pertama.

Berikut deretan pandemi yang dialami manusia:

  1. Plague of Justinian
    Plague of Justinian tiba di Konstantinopel, ibukota Kekaisaran Bizantium, pada tahun 541 Masehi. Wabah ini diangkut di atas Laut Mediterania dari Mesir, sebuah tanah yang baru saja ditaklukkan untuk membayar upeti kepada Kaisar Justinian. Kutu yang menyebabkan wabah ini menumpang pada tikus hitam. Wabah itu menghancurkan Konstantinopel dan menyebar seperti api ke seluruh Eropa, Asia, Afrika Utara, dan Arab menewaskan sekitar 30 hingga 50 juta orang, mungkin setengah dari populasi dunia.

  2. Black Death
    Black Death, yang melanda Eropa pada tahun 1347, merenggut 200 juta nyawa hanya dalam waktu empat tahun. Adapun cara menghentikan penyakit, dimana orang masih belum memiliki pemahaman ilmiah tentang penularan, tetapi mereka tahu bahwa itu ada hubungannya dengan kedekatan. Itulah sebabnya pejabat yang berpikiran maju di kota pelabuhan Ragusa yang dikuasai Venesia memutuskan untuk menjaga pelaut yang baru tiba dalam isolasi sampai mereka dapat membuktikan bahwa mereka tidak sakit. Pada awalnya, para pelaut ditahan di kapal mereka selama 30 hari, yang kemudian dikenal dalam hukum Venesia sebagai trentino. Seiring berjalannya waktu, Venesia meningkatkan isolasi paksa menjadi 40 hari atau karantina, asal kata karantina dan awal praktiknya di dunia Barat.

  3. The Great Plague of London
    London tidak pernah benar-benar beristirahat setelah Black Death. Wabah muncul kembali kira-kira setiap 20 tahun dari 1348 hingga 1665 sehingga terjadi 40 wabah dalam 300 tahun. Setiap wabah baru, 20 persen pria, wanita dan anak-anak yang tinggal di ibukota Inggris terbunuh. Pada awal 1500-an, Inggris memberlakukan hukum pertama untuk memisahkan dan mengisolasi orang sakit. Rumah-rumah yang dilanda wabah ditandai dengan tumpukan jerami yang digantung di sebuah tiang di luar. Jika Anda memiliki anggota keluarga yang terinfeksi, Anda harus membawa tiang putih ketika Anda pergi ke tempat umum. Kucing dan anjing diyakini mengidap penyakit itu, jadi ada pembantaian besar-besaran atas ratusan ribu hewan. Wabah Besar tahun 1665 adalah yang terakhir dan salah satu wabah terburuk selama berabad-abad, menewaskan 100.000 warga London hanya dalam tujuh bulan.

  4. Smallpox / cacar
    Cacar adalah endemik dari Eropa, Asia dan Arab selama berabad-abad, ancaman yang terus-menerus yang menewaskan tiga dari sepuluh orang yang terinfeksi. Tetapi tingkat kematian di Dunia melonjak tajam ketika virus cacar menyebar pada abad ke-15 dengan penjelajah Eropa pertama. Masyarakat Meksiko modern dan Amerika saat ini tidak memiliki kekebalan alami terhadap cacar dan virusnya telah mengurangi jumlah populasi hingga puluhan juta orang. Berabad-abad kemudian, cacar menjadi epidemi virus pertama yang diakhiri dengan vaksin. Pada akhir abad ke-18, seorang dokter Inggris bernama Edward Jenner menemukan cara untuk mengakhiri penyakit ini. Butuh hampir dua abad lagi, tetapi pada tahun 1980 Organisasi Kesehatan Dunia mengumumkan bahwa cacar telah sepenuhnya diberantas dari muka bumi.

  5. Cholera
    Pada awal hingga pertengahan abad ke-19, kolera merebak Inggris, menewaskan puluhan ribu orang. Teori ilmiah yang berlaku saat itu mengatakan bahwa penyakit itu disebarkan melalui udara busuk yang dikenal sebagai “miasma.” Tetapi seorang dokter Inggris bernama John Snow curiga bahwa penyakit misterius itu  yang menewaskan para korbannya dalam beberapa hari setelah gejala pertama, berasal dari air minum London. Dengan usaha keras, Snow meyakinkan para pejabat setempat untuk melepaskan pegangan pompa di Broad Street dan menjadikannya tidak dapat digunakan, kemudian infeksi mulai berkurang. Pekerjaan Snow tidak menyembuhkan kolera dalam semalam, tetapi akhirnya menyebabkan upaya global untuk meningkatkan sanitasi perkotaan dan melindungi air minum dari kontaminasi.

 

Itulah tadi informasi mengenai Pandemi Terbesar Yang Dialami Manusia Sepanjang Sejarah oleh - seputarpengertian.xyz dan sekianlah artikel dari kami seputarpengertian.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.